Publikasi MI_796

Salam Plampang Cerdas,

cropped-lbihkecil.jpg

Pembangunan Indonesia yang berkelanjutan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Program pembangunan ini sejatinya dijalankan secara terus menerus mengingat Indonesia adalah Negara yang besar dimana ketidakmerataan pembangunan menjadi hal yang patut diwaspadai. Indonesia tidak hanya berdiri di atas pondasi kota besar nan megah, tetapi juga disokong oleh desa-desa yang sebagian masih menjadi cerminan nyata bagaimana kesejahteraan belum merata di negeri ini.

 

Kami, PK48 Gempita Nusantara, melalui Menyapa Indonesia, berusaha memberikan kontribusi nyata di tengah gempita pembangunan yang sedang disemarakkan oleh berbagai pihak. Tujuan utama kami adalah membangun daerah-daerah yang masih belum tersentuh ramahnya pendidikan dan mewahnya teknologi. Mengusung simbol layang-layang, kami berupaya untuk menerbangkan cita-cita kami setinggi mungkin, menyentuh negeri ini, demi membawa Indonesia yang lebih mandiri.  

 

Sasaran program Menyapa Indonesia yang kami jalankan mengambil lokasi di Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Darah Istimewa Yogyakarta. Melihat fenomena kekanekaragaman budaya dan kekayaan sumber daya alamnya, maka kami berinisiatif untuk berfokus pada pengembangan kualitas masyarakat di daerah tersebut melalui pendidikan dan pelatihan.

 

Pelatihan Besek
Pelatihan Besek Warga Plampang, KulonProgo

Program ini tidak hanya sebatas charity, tetapi secara totalitas kami akan mengawal program binaan kami hingga 2-3 tahun ke depan. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kader di desa binaan kami sudah siap untuk berkembang secara mandiri. Berbekal perencanaan matang yang berdasarkan pada kebutuhan masyarakat di lokasi sasaran, Menyapa Indonesia diharapkan juga mampu menginspirasi program serupa demi wujudkan aksi nyata Bebaskan Desa Tertinggal!   (ID/WFA)  

 

 

 

 

PLAMPANG CERDAS

logo plampang cerdas

DESA CERDAS UNTUK INDONESIA EMAS

PLAMPANG CERDAS adalah bagian program MENYAPA INDONESIA  yang memfokuskan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia warga Plampang, Desa Kalirejo, Kulonprogo  sebagai desa termiskin di Yogyakarta.   Program utama PLAMPANG CERDAS adalah

  1. Beasiswa Gempita
  2. Pembangunan Rumah Baca Gempita
  3. Program peningkatan kecakapan hidup (lifeskill training)

 

GRAND OPENING

Grand Opening bertujuan sebagai “kick off” awal sosialisasi pentingnya pendidikan untuk peningkatan kualitas,  pengenalan program beasiswa gempita dan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pendidikan dan kesehatan di desa Kalirejo. Hasilnya Masyarakat Desa Kalirejo diharapkan mengerti akan pentingnya pendidikan dan mau berperan di dalamnya. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2015, diikuti oleh 300 masyarakat Dukuh Plampang 1 yang berpartisipasi dalam seminar pendidikan dan 500 masyarakat desa Kalirejo yang mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis.  

 

BEASISWA GEMPITA

Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi siswa SMP berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA/SMK. Selama proses pendidikan, pendampingan pendidikan hingga dapat mencapai tingkat perguruan tinggi dan menjadi tenaga ahli yang dapat kembali untuk mengembangkan Desa Kalirejo juga akan diberikan oleh tim monitoring dan evaluasi beasiswa.   Program pendampingan pra Beasiswa juga dilakukan secara intensif dengan minimal 5 orang pendamping akan mendampingi 20 orang anak kandidat penerima beasiswa Gempita. Tujua pendampingan ini adalah memberikan motivasi melalui role model kepada kandidat penerima beasiswa untuk terus semangat menuntut ilmu dengan bersekolah. Materi pendampingan terdiri dari penanaman karakter bangsa, kelas inspirasi dan sharing bersama.    

 

RUMAH BACA  

Tujuan utamanya adalah menumbuhkan minat baca pada masyarakat terutama pada anak anak sehingga akan meingkatkan pengetahuan dan keterbukaan informasi masyarakat mengenai program program beasiswa serta lowongan pekerjaan melalui kegiatan mading (majalah dinding). Sumbangan buku akan dikumpulkan dari donatur dan kerja sama dengan lembaga lembaga sosial lainnya. Lebih jauh lagi, diharapkan rumah baca ini bisa menjadi pusat teknologi yang menyediakan fasilitas internet sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk terus belajar dan berkembang.  

 

PKH (PROGRAM PENINGKATAN KECAKAPAN HIDUP)

Program in bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat sekitar untuk menginisiasi industri kreatif yang mengoptimalkan sumber daya lokal (kayu, bambu). Masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuang untuk membetuk dan mengembangkan usaha mandiri sehingga pada akhirnya mampu menciptakan peluang lapangan kerja baru yang mampu memperbaiki taraf hidup.   Selain itu, melalui training dasar penggunakan komputer, penduduk Kalirejo diajak untuk ikut serta dalam pemanfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk kehidupan      

 

Tentang Dusun Plampang  

Dukuh Plampang terletak di desa Kalirejo, Kulonprogo, Yogyakarta. Dengan jumlah penduduk 4059 jiwa yang terdiri dari 1204 Kepala Keluarga, Dukuh Plampang I merupakan kawasan yang sebagian besar masyarakatnya berada di usia produktif, 15-30 tahun, sudah mengenyam  pendidikan sampai tingkat SMU. Namun semenjak  2013 terjadi penurunan jumlah lulusan SMA sebanyak 27,2%. Data terbaru menunjukkan mayoritas penduduk Plampang (1076 jiwa) hanyalah lulusan SD, diikui oleh lulusan SMP dan SMA masing masing 746 dan 706 jiwa.   Penyebabnya selain tingkat kemiskinan yang tinggi, letak sekolah yang jauh dari tempat tinggal juga menjadi penyebab penduduk lebih memilih untuk bekerja demi membantuk meringankan beban ekonomi keluarga. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani dan kayu potong yang belum diolah.  

 

Rendahnya motivasi warga untuk memperbaiki kualitas diri menjadi dasar bagi tim Beasiswa LPDP angkatan 48 untuk mencanangkan program yang berfokus usaha menghasilkan Sumber Daya Manusia yang unggul dan produktif dengan cara memperluas pola pikir masyarakat.   Dusun Plampang merupakan sebuah dusun yang menjadi bagian dari Desa Kalirejo Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dusun Plampang hanya berjarak sekitar 56 km dari kota Yogyakarta dan dapat diakses dengan menggunakan sepeda motor atau mobil. Sepanjang perjalanan menuju Dusun Plampang kita akan disuguhkan pemandangan hamparan pepohonan hijau nan rimbun yang menghiasi bukit-bukit sekaligus jalan yang menantang adrenalin. Dusun Plampang d ini menyimpan tidak hanya pemandangan dan potensi alam yang luar biasa namun keramahan penduduk Plampang membuat kita memahami Indonesia yang sesungguhnya.  

 

Keramahan itulah yang kami rasakan ketika berkesempatan untuk menginap selama 2 hari bersama warga. Sebagian besar warga Dusun Plampang bekerja sebagai petani nira sehingga sangat sulit untuk mencari warga terutama bapak-bapak pada pagi hari. Kedatangan kami sangat disambut baik oleh warga. Pertama kali bertemu kami sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga. Sungguh sesuatu yang langka jika kita terbiasa hidup di kota. Mungkin inilah cermin Indonesia yang sesungguhnya.     Berbicara tentang Indonesia jangan hanya berbicara tentang alam yang indah, namun berbicaralah mengenai manusianya. Sudahkah semua manusia Indonesia sejahtera? Atau sudahkah semua manusia Indonesia berusaha untuk sejahtera? Beberapa minggu yang lalu kami berkesempatan untuk berinteraksi dengan anak-anak kelas 3 SMP Negeri 3 Kokap yang sebagian besar siswanya berasal dari Dusun Plampang. Ketika kami menanyakan apa cita-cita mereka setelah lulus SMP, sebagian isi kelas menjawab akan bekerja nderes nira atau sebagai petani nira.

 

Mungkin sedikit ironis ketika banyak anak-anak di luar sana yang berlomba-lomba untuk diterima di sekolah favorit namun mereka hanya ingin bekerja berusaha untuk sejahtera. Namun ada satu hal yang tidak dapat kami lupakan dari wajah-wajah mereka adalah semangat mereka yang luar biasa untuk sampai ke sekolah yang jaraknya tidak bisa dikatakan dekat. Semangat merekalah yang membuat kami percaya bahwa harapan akan masa depan Indonesia yang lebih baik ada di depan mata.